Secawan Motivasi

Dalam kehidupan sehari hari, kita sebagai manusia sosial dipaksa untuk berinteraksi satu sama lain yang tak lain menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi guna memenuhi kebutuhan kita. Dengan kata lain, bahasa merupakan alat komunikasi. Mari kita rasakan kata-kata ini ( bahasa ialah alat) , dan hanya alat komunikasi bukan yang lain.

Mengapa bahasa disebut sebagai alat dan apakah benar tanpa alat tersebut manusia tidak dapat komunikasi dengan manusia yang lain??? Pada dasarnya, manusia diciptakan untuk saling berbagi dan saling membantu satu sama lain untuk memenuhi kebutuhannya, yang selama kita kenal sebagai makhluk sosial dan dalam hal ini diperlukan alat untuk menyampaikan pikiran, perasaan guna memenuhi kebutuhannya.

Anda sakit gigi, dan anda ingin memberitahu sakit anda kepada teman ataupun orang lain bahwa anda sedang sakit gigi. Bisakah anda menyampaikan hal ini tanpa bahasa? Mungkin anda bisa menyampaikan derita anda tanpa menggunakan bahasa, cukup anda pegang pipi sambil meringis bila perlu menangis maka teman anda otomatis akan tahu hal yang menimpa anda.

Akan tetapi bagaimana anda akan mengatakan guru anda sedang cacingan. Disini anda pasti mulai kebingungan bagaimana cara untuk menyampaikan hal ini kepada teman anda tanpa alat komunikasi yakni bahasa. Bisa dikatakan orang mempelajari suatu bahasa hanya usaha untuk memiliki dan mampu menggunakan bahasa tersebut guna menyampaikan pikiran kita kepada orang lain guna memenuhi kebutuhan.

Setelah saya jelaskan panjang lebar tentang arti dari bahasa, dan yakin anda sudah mampu memahami dan kini saatnya kita mulai mempelajari bahasa Arab. Tujuan akhir sangat sederhana yakni mampu menggunakan bahasa tersebut didalam kehidupan sehari hari. Mungkin anda sudah pernah dengar, kalau mau menguasai sebuah bahasa harus cerdas dan pintar. Jika memang demikian, mana mungkin orang gila di Arab sana bisa berbicara bahasa Arab dngan sangat lancar. Pakai celana dan baju saja terbalik, bagaimana dikatakan cerdas?

Seorang balita laki-laki yang berumur 11bulan katakanlah namanya Budi sedang bermain di taman kota bersama ibunya. Tiba-tiba melintaslah tukang es, Budi pun melihatnya dan merasakan segar bila meminumnya. Lalu timbul keinginan untuk meminumnya. Perasaan dan kebutuhan tersebut berkecamuk didalam dirinya, ia ingin menyampaikan kebutuhan tersebut kepada ibunya dan dia membutuhkan alat yang namanya bahasa. Akan tetapi dia saat itu belum mempunyainya dan tidak ada cara lain kecuali memakai alat pamungkas yaitu Menangis. Budi pun langsung menangis keras sambil menunjuk tukang es tersebut. Sebulan telah berlalu, dan kini Budi kecil genap berumur 1 tahun dan dia pun memiliki kata es dan ibu.

Pada suatu sore, ketika tengah belajar berlari dengan ibunya, melintas kembali tukang es yang sama. Apakah Budi masih tetap menggunakan tangisannya sebagai alat untuk memenuhi kebutuhannya? Tentu tidak, karena dia sudah mempunyai alat komunikasi yaitu bahasa dan dengan santainya Budi menunjuk tukang es tersebut sambil berkata “ibu…. es…ibu……es…”. Begitu mudah, begitu santai tanpa mengeluarkan tenaga dan linangan air mata. Budi dapat menyatakan perasaan dan kebutuhannya dengan menggunakan bahasa.

Seharusnya begitulah anda belajar bahasa Arab, melakukan hal seperti yang dilakukan si Budi kecil. Padahal hanya dua kata, namun langsung digunakan sebagaimana fungsinya. Selama ini banyak orang yang belajar bahasa hanya menghafal grammar sebagai tujuan utama, bila begitu mulailah dengan menghafal rumus-rumusnya pasti puyeng tingkat tinggi, darah tinggi kumat, tiap hari marah marah sampai akhrirnya stroke (kalau begini kan repot juga).

Perlu saya tegaskan, disamping bahasa sebagai alat, dia juga merupakan seperangkat keterampilan. Sebelumnya, perlu dipahami antara Pengetahuan dan Ketrampilan yang selama ini mengacaukan pikiran kita untuk mengetahui pemahaman dari keduanya. Apakah sama? Jelas sangat berbeda, dalam psikologi pengetahuan masuk dalam ranah pikiran saja. Pelajaran semasa kita sekolah seperti Geografi, sejarah yang sifatnya hafalan itu masuk ke ranah pikir. Berbeda dengan pengetahuan, keterampilan masuk ke dalam ranah gerak, seperti pelajaran renang, berlari, silat dll dan untuk menguasainya anda wajib untuk gerak. Kalau hanya diam saja, jangan harap akan bisa, apalagi yang disebut ketrampilan apabila sudah dapat dilakukan secara otomatis dan tanpa berfikir.

Untuk mampu naik sepeda, tidak ada rumus yang mampu menjamin terkecuali hanyalah gerak dan gerak ( praktek dan praktek). Sangat sederhana sekali syaratnya untuk bisa naik sepeda, akan tetapi sederhana pula hal yang menghalangi yakni males, males dan males, takut salah dan takut salah.

Mari kita berhayal sejenak, jikalau anda seorang atlet renang yang sangat handal dan selalu menjuarai kejuaraan renang di dalam dan luar negeri. Suatu hari anda ditawari untuk mengajari syaikh yang kaya raya dari Mesir. Berapapun gaji yang anda minta akan dikabulkan oleh syaikh tersebut yang penting berhasil. Akan tetapi, syaikh tersebut tidak akan berani terjun kedalam air sebelum dia pandai berenang. Sekali lagi ingat, syaikh tersebut tidak berani menyentuh air sebelum pandai berenang. Gunakanlah metode tercanggih yang anda kuasai untuk membuat syaikh mampu berenang. Bila seperti itu keadaannya, apakah anda berminat??? Sudah pasti akan menggerutu, mungkin malah memaki maki “koplak ni syaikh, gimana mau bisa berenang kalo gak mau nyebur”. Berenang kan termasuk keterampilan motoric yang harus gerak langsung di dalam air, masa mau diatas karpet- mana mintanya gaya katak dan kupu kupu lagi.

Apapun jenis ketrampilannya, untuk dapat menguasai dengan baik harus gerak dan praktek, jangan hanya diam manis (nanti dikerubutin semut terlebih tomket).

Masih doyan berhayal? Mari kita lanjutkan, suatu hari anda menemukan pengumuman di pos ronda di tengah perjalanan pulang dari sekolah yang berisikan “Telah dibuka kursus kungfu mempelajari 1000 cara jitu mengalahkan musuh (Metode baru dari BRUCE LEE) Gratisss….!!! dan anda pun ikut daftar.

Hari pertama pembelajaran dimulai, dan panitiapun kualahan menyiapkan tempat untuk para peserta yang jumlahnya melebihi batas yakni 120 orang ( terang aja, lawong Gratiss). Semua peserta pecinta gratisanpun digiring ke lapangan. Setelah menunggu lebih dari  2,5 jam lamanya ( tidak ada yang berani protes kepada panitia panas panasan 2,5 jam, semua diem karena takut dimarahi. “udah gratis, bawel lagi”)

n  Bruce Lee pun berkata, “ semua masuk kedalam kelas”. Semua berlarian menuju kelas sambil mempersiapkan segala kebutuhannya, ada yang ganti baju, lepas dasi, ada pula yang ingin mengganti rok panjangnya dengan celana komprang bekas punya kakeknya (kan mau diajari kungfu).

n  Bruce Lee : tak usah ganti pakaian, langsung masuk kelas saja dan duduk di meja dan kursi kalian ( semua bergegas memasuki kelas yang komplit dengan papan tulis beserta penghapusnya)

n  Bruce Lee : ehm…. ehm…. ( peserta langsung diam)

n  Bruce Lee : coba satu peserta maju dan bagikan buku panduan ini, satu orang satu

n  Peserta : ok pak, tapi Gratis kan….? (dengan suara nyaring dan sedikit berharap)

n  Bruce Lee : sudah, sekarang lihat halaman pertama Bab 1 Pengantar Kungfu dan saya akan jelaskan tentang pengertian dan sejarahnya ( mulailah Bruce Lee menerangkan semua selama 120 menit).

n  Bruce Lee : ok, sekarang coba latihan 1-15 yang terdapat di halaman 28 disitu ada pilihan ganda dan essay. Jangan ada yang nyontek kecuali kepepet ( baru berjalan 10 menit, terdengar bunyi bel)

n  Bruce Lee : waktu habis, sudah kumpulkan sekarang dan pulang. Jangan lupa besok datang lagi kesini, masih ada 29 pertemuan Gratis buat kalian.

 

Hari kedua

n  Bruce Lee : ok, sekarang buka Bab II yaitu Rumus-Rumus Pukulan. Kalian bawa kalkulator kan…? (Mulailah Bruce Lee menerangkan jenis jenis pukulan, dari depan sampai belakang dari atas sampai bawah tak kurang dari 12o menit, mau protes takut dimarahi “ udah Gratis kebanyakan protes lagi)

n   Bruce Lee : ok, waktu kalian telah habis. Kalian telah mengetahui rumus rumus pukulan, besok kita lanjutkan sampai pertemuan terakhir)

 

Pertemuan demi pertemuan telah dilalui dengan penuh hikmah dan sampailah pada pertemuan terakhir yakni Hari ke-30 ( Mempelajari 100 jurus mengalahkan musuh)

n  Bruce Lee : Hari demi hari telah kita lalui bersama dan itu pula saya telah mengajarkan berbagai rumus jurus kungfu beserta varian komplit dengan sejarahnya dan pembelajaran kita telah selesai. Untuk itu peserta yang ku cintai, pada hari ini saya akan nobatkan 120 pendekar seni kungfu terbaru. Jangan sombong, dan jangan menggunakan kungfu untuk menyerang orang lain terkecuali kalau kita diserang duluan

n  Peserta : Siaaap Guru….!!

(Peserta pada heran, “lo kok udahan, udah g pernah praktek- setiap mau mulai upacara terus, yah sudahlah…Gratisan ini, itung itung ngabisin umur”).

Benarkah 120 peserta menguasai kungfu? Tentu saja tidak, mereka hanya memiliki PENGETAHUAN tentang kungfu saja dan bukan MENGUASAI kungfu itu sendiri. Berarti sama juga gagal, mengapa demikian? Karena mereka tidak praktek. Mengapa harus di praktekan? Karena Kungfu merupakan Skill yang artinya untuk mampu menguasainya dubutuhkan praktek, bukan Cuma teori.

 

Mari kita sudahi berhayal kita dan kembali pada pembicaraan kita, Sekarang bahasa Arab termasuk Pengetahuan ataukah Skill? Ok, sangat benar sekali dan untuk dapat menguasainya jangan memikirkan apapun terkecuali praktek…praktek….dan praktek…..

Semoga anda dapat memahami apa yang saya maksudkan……

 

 

SELAMAT MENCOBA dan SUKSES SELALU………!!

2 Komentar

Filed under Pendahuluan

2 responses to “Secawan Motivasi

  1. yie yi

    budi and acquisition language,😀

  2. bahasa bukanlah satu-satunya alat komunikasi, tetapi bahasa adalah alat komunikasi yang sangat sempurna bagai mahluk sosial, yang menuntut adanya interaksi dengan sesama.
    sipp,,,mantap abis,,,lanjutkan pak….
    ku tunggu tulisan terbarunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s