Selayang Pandang

Halo para pengusaha jempolan, salam kenal.

Memiliki sebuah usaha merupakan impian banyak orang. Tetapi seringkali orang tidak mengetahui bagaimana cara membuka usaha secara sehat tanpa tendensi memperoleh kekayaan yang berlebih. Ya, tendensi memperolah kekayaan yang berlebih hanya akan menyebabkan sebuah usaha menjadi kacau balau. Selain itu, modal sering disebut-sebut sebagai kendala utama dalam membuka suatu usaha. Sebagai pemuda yang berasal dari desa dan dengan kondisi orang tua yang hanya berprofesi sebagai petani, sepertinya impian memiliki sebuah usaha untuk terbebas dari pengangguran hanya isapan jempol belaka. Itulah alasan mengapa pemuda desa memilih untuk hijrah, dengan bahasa ‘mengadu nasib’, ke kota besar seperti Jakarta.

Apapun alasannya, mencari nafkah untuk menghidupi diri sendiri atau keluarga meruapakan tugas semua manusia sebagaimana yang pernah dititahkan Tuhan. Adapun menjadi pengusaha atau hanya menjadi buruh kekal itu hanya soal pilihan hidup. Itu semua tergantung dari keberanian dan kenekatan seseorang. Mungkin ini terkesan berlebih, namun itulah fakta yang sesungguhnya.

Yang jelas Nabi Muhammad SAW pernah memberi tauladan kepada umatnya dengan menjadi pedagang. Meskipun Nabi pernah menjadi buruh di tokonya Khodijah, sebelum masa Kenabiannya, toh ending ceritanya Beliau tetap menjadi saudagar. Artinya, Nabi mengajarkan umatnya untuk mandiri, bukan untuk menjadi buruh abadi.

Lalu bagaimana cara memulainya? Pertanyaan itu memang sangat naif, tetapi sangat manusiawi. Salah satu yang harus dilakukan adalah memaknai usaha itu sebagai sarana ibadah untuk menyelamatkan hajat hidup diri sendiri dan keluarga. Bagaimana mungkin seseorang berkeinginan memiliki BB sementara perut masih keroncongan. Mulailah sebuah usaha untuk memenuhi kebutuhan primer saja seperti papan, sandang dan pangan. Dibagian ini, kita dilatih untuk membangun pondasi usaha yang kuat sehingga usaha itu akan bertahan lama dan tahan banting.

Pasalnya, dijaman edan seperti sekarang ini, batas kebutuhan manusia mulai kabur. Saat ini banyak anak kos-kosan rela mengurangi jatah makannya selama berbulan-bulan hanya agar bisa membeli Hp keluaran terbaru. Langkah selanjutnya adalah fokus kepada salah satu bidang usaha. Setiap potensi pasti memiliki mata rantai usaha. Misalnya, potensi peternakan itu meliputi pembibitan, pembesaran dan pengolahan daging. Pilihlah salah satu dari mata rantai usaha itu yang dianggap paling mudah.

Setelah itu uji coba usaha bisa dilakukan dalam skala kecil dulu. Tahap ini mengajarkan seseorang untuk mengetahui secara mendalam tentang usaha yang dilakukan. Mintalah masukan atau konsultasi kepada orang yang berpengalaman dibidang usaha yang dipilih. Lakukan langkah ujicoba ini sebanyak tiga kali. Jika uji coba itu berhasil maka lanjutkan, tetapi jika gagal maka harus segera ditinggalkan dan mencari potensi yang lain. Agar tidak keluar modal, disarankan untuk magang diperusahaan orang lain terlebih dahulu.

Dalam hal ini kami ingin menawarkan peluang usaha yang tidak terlalu banyak memakan modal maupun lahan, yakni pembesaran bebek potong. Jikalau teman teman menginginkan, kami menyediakan bibit bebek yang pastinya tidak menuntut teman-teman dalam merogoh kocek yakni betina @5000 dan jantan@3.500,jikalau masih kurang nyaman dengan harga yang kami tawarkan, bisa duduk sambil minum kopi bersama. Bila penasaran, teman teman bisa datang langsung ke Desa Semawung Kembaran rt 01/06 Kutoarjo Purworejo, atau saief.muh@gmail.com, saifuddinmuh52@yahoo.co.id selain itu 082134381304.

Selamat mengembara……!!

 

 

Tinggalkan komentar

Filed under Pribadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s