Pakan Bebek dan Manajemen Pemberiannya

Dalam menjalankan usaha beternak khususnya bebek potong, selain pemilihan bibit yang perlu diperhatikan ialah pakan dan manajemennya. Seperti yang kita ketahui, pakan adalah sesuatu yang disukai oleh hewan ternak  sehingga mampu mendongkrak berat hewan itu sendiri. Protein dan karbohidrat merupakan unsur terpenting yang harus terkandung didalam pakan yang kita berikan. Bila kedua unsur ini sudah terpenuhi, maka asupan gizi hewan ternak telah tercukupi itu berarti pertumbuhannya pun akan semakin cepat. Akan tetapi bila pakan tidak mampu memenuhi asupan gizi hewan ternak maka sudah tentu akan mempengaruhi bobot hewan ternak itu sendiri, sehingga ketika perhitungan sudah mencapai masa panen dan ternyata bobot tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar tak lain peternak yang dirugikan dikarenakan harus menambah lagi ongkos pakan agar bobot hewan ternak dapat naik dan seuai dengan permintaan pasar.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana cara agar ketika panen bobot bebek potong sesuai dengan permintaan pasar yakni sekitar 1 s/d 1,5 kg. Dalam pakan untuk bebek potong memang bermacam – macam gaya dalam pemberian pakan akan tetapi pada kesimpulannya ialah pola pemberian pakan secara terus menerus (www.bebekpotong.com) dalam arti ketika pakan habis perlu ditambah kembali. Selain itu pilihlah pakan yang mengandung protein tinggi, seperti pelet dan konsentrat ( pakan buatan pabrik), gilingan jagung dll atau meramu sendiri pakan yang dianggapnya efisien yakni nasi aking dicampur dedak (katul) dan sedikit pelet,  akan tetapi pakan ramuan ini diberikan setelah bebek memasuki umur 20 hari. Bila kurang dari 20 hari alangkah lebih baik diberi pakan yang agak halus atau dari pabrik.

Supaya lebih jelas mari kita lihat keterangan dibawah ini

DR. IR. Wahyu Widodo, MS dalam bukunya yang berjudul Nutrisi dan Pakan Unggas Kontekstual menjelaskan bahwa kriteria pakan yang sesuai untuk hewan ternak unggas ialah yang mengandung:

Sumber energi

Bahan makanan unggas sumber energi mempunyai kandungan protein

kurang dari 20 persen dan serat kasar kurang dari 18 persen. Contoh bahan

makanan unggas sumber energi adalah biji-bijian dan butir-butiran, limbah

penggilingan, buah-buahan, akar-akaran dan umbi-umbian. Contoh-contoh bijibijian

dan butir-butiran adalah jagung, sorghum, dan gandum. Contoh limbah

penggilingan antara lain adalah “empok”, dedak, dan menir. Contoh buah-buahan

adalah pisang, apel dan lain-lain. Contoh akar-akaran dan umbi-umbian adalah

singkong, ketela rambat dan lain-lain. Nilai energi bruto dari beberapa bahan

makanan sumber energi dapat dilihat pada Tabel 7.1. berikut ini.

Tabel 7.1. Nilai energi bruto beberapa bahan makanan sumber energi

No. Bahan makanan Nilai energi bruto (kkal)

1. Jagung 4430

2. Kacang kedelai 5520

3. Dedak gandum 4540

4. Glukosa 3750

5. Kasein 5860

6. Lemak 9350

7. Padi 3300

8. Gandum 3100

9. Sorghum 4400

Nutrisi dan Pakan Unggas Kontekstual 194

7.1.5. Sumber protein

 

Bahan makan sumber protein adalah bahan makanan yang kaya akan

protein dengan nilai protein di atas 20 persen. Bahan makanan unggas sumber

protein yang berasal dari hewan adalah tepung ikan, tepung daging, tepung darah,

jeroan, dan lain-lain. Bahan makanan unggas sumber protein yang berasal dari

tumbuhan adalah kacang-kacangan, bungkil-bungkilan dan lain-lain. Kandungan

protein dari beberapa bahan makanan dapat dilihat pada Tabel 7.2.

Tabel 7.2. Kandungan protein dari beberapa bahan makanan sumber

protein

No. Bahan makanan Nilai protein (%)

1. Tepung ikan 50-55

2. Tepung udang 40

3. Tepung darah 75-80

4. Tepung daging 55

5. Skim milk 34-35

6. Butter milk 32

7. Daun petai cina 25-28

8. Daun singkong 20

9. Daun turi 23

10. Kacang kedelai 40

11. Kacang tanah 25

12. Kacang hijau 24

13. Bungkil kacang kedelai 44-48

14. Bungkil kacang tanah 25-35

15. Ampas tahu 43

16. Tepung hati 63

Berdsarkan realita yang dilakukan oleh para peternak, pakan yang bagus cukuplah dedak (katul), nasi aking (nasi yang telah dikeringkan) dan ditambah sedikit pelet apabila teori diatas dirasa ribet dan kurang praktis.

Sekian dan terimakasih.

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Pakan

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s